Sabtu, 20 April 2013

Tugas Kedua (Perekonomian Indonesia)


TUGAS KEDUA


1.       Jelaskan berbagai hambatan yang dihadapi oleh Indonesia dalam melaksanakan perdagangan antar manca Negara
Jawab:

                Hambatan perdangan mengurangi efisiensi ekonomi, karena masyarakat tidak dapat mengambil keuntungan dari produktivitas negara lain. Pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdangan adalah produsen dan pemerintah. Produsen mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan, sementara pemerintah mendapatkan penghasilan dari bea-bea
Hambatan – hambatan yang dihadapi oleh Indonesia:
·         Perbedaan mata uang
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi dari pada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional
·         Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
·         Terjadinya perang
Terjadinya Perang Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
·         Kualitas Sumber Daya yang Rendah

Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional karena jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi(produk) akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan barang – barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.

·         Pertentangan di bidang politik dan militer.
 Apabila terjadi pertentangan di bidang politik dan militer (perang), hubungan antarnegara akan terputus dan dunia dilanda kelesuan perekonomian atau resesi yang menyebabkan perdagangan antarnegara akan menurun.

2.      Bagimana perkembangan neraca pembayaran Negara Indonesia untuk 5 tahun terakhir dan berikan ilustrasinya dalam bentuk table selama 5 tahun tersebut!

Jawab:

            Dalam 5 tahun terakhir sejak tahun 2008 ini, nilai impor juga makin meningkat meskipun perkembangannya bervariasi dari tahun ke tahun. Sejalan dengan meningkatnya kegiatan industri dan investasi di dalam negeri, kebutuhan akan barang-barang impor juga terus meningkat, khususnya bahan baku/penolong dan barang modal. Dalam tahun-tahun untuk beberapa waktu suhu perekonomian Indonesia tidak stabil dan hal ini antara lain tercermin dalam peningkatan impor. Nilai impor dalam tahun 2008 naik dengan 21,3%, dan dalam tahun 2009 turun dengan 15,5%, dan selanjutnya naik lagi dengan 27,0% dalam tahun 2010. dalam dua tahun terakhir dapat diturunkan menjadi 11,4% pada tahun 2011 dan 31,0% pada tahun 2012.



TOTAL
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA (BALANCE OF PAYMENT)
Juta USD (millions of USD)


Tugas Pertama (Perekonomian Indonesia)


TUGAS PERTAMA

1.      Jelaskan peranan perdagangan luar negeri bagi pembangunan ekonomi Indonesia dan berikan ilustrasinya dengan suatu gambar!
            Jawab :
            Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintahsuatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur SutraAmber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuantransportasiglobalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine of growth, Salvatore, 2004). Salah satu hal dapat dijadikan penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan internasional. Aktifitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor dan keduanya itu bisa menjadi peranan atau penggerak bagi pertumbuhan. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya untuk investasi langsung, diawali dengan adanya perdagangan internasional (Appleyard, 2004). Ketika terjadi perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor jenis suatu barang pada suatu negara, akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir.


2.       Sebutkan kebijaksanaan perdagangan luar negeri di era reformasi dan berikan ilustrasinya dengan suatu gambar!

Jawab : 


Kebijakan Perdagangan internasional adalah suatu aturan yang dibentuk oleh badan-badan tertentu dalam melakukan perdagangan dunia yang dilakukan oleh penduduk suatu negara denganpenduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.

Di Indonesia perdagangan internasional juga terjalin dengan negara negara luar termasuk yang satu kawasan dengan Indonesia. Salah satu bentuk  perdagangan yang terjalin adalah perdagangan dibidang pertanian atau pangan. Misalanya saja dari segi beras dan gula. Indonesia yang dulu terkenaldengan perdagangan di sektor beras nya dan menjadi negara pengekspor beras terbesar sekarang telah menjadi negara pengimpor terbesar dari beras. Hal ini memiliki hubungan yang terbalik seperti masa sebelumnya. Indonesia mengalami peningkatan import beras semenjak liberalisasi radikal oleh pemerintah atas tekanan IMF pada tahun 1998. Pada saat itu impor berasIndonesia naik dua kali lipat menjadi sepuluh persen.

Persoalan yang muncul akibat kelangkaan beras dapat merembet kepada persoalan ekonomi dan politik. Bahkan, bukan tak mungkin akan mengancam stabilitas negara. Persediaan beras dapatdisebut aman jika dapat didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia dalam kisaran waktu enam bulan dengan ketersediaan beras kurang lebih 1,2 juta ton. Sedangkan persediaan yang ada sekitar 900-an ribu ton. Dengan demikian sudah menjadi tugas pemerintah menambah persediaan berasagar posisi persediaannya tetap aman dan tidak merembet ke persoalan lain.Dengan melakukanimpor beras dari Vietnam, Thailand dan negara lainnya.

Tidak dapat di pungkiri bahwa  impor yang dilakukan pemerintah juga berdampak bagi para pelaku ekonomi seperti kaum petani, pemerintah dan masyarakat. Hanya saja dampak yang dirasakan bertolak belakang. Importir  memperoleh keuntungan dari selisih harga impor yang lebih rendah dibandingkan harga domestik. Petani mengalami kerugian akibat penurunan harga beras karena naiknya penawaran. Dampak psikologis juga dialami kaum petani. Mereka tidak termotivasi menanam padi, membiarkan sawahnya terbengkalai.

Sedangkan bagi pemerintah dan masyarakat, tidak merasakan dampaknya secara langsung.Pemerintah akan memperoleh pemasukan hanya apabila mengenakan tarif impor/pajak terhadap beras yang diimpor.  Namun tidak mendapatkan apa pun jika tidak memberlakukan tarif. Masyarakat, masyarakat tidak akan merasakan keuntungan  atau kerugian yang berarti karena jumlah konsumen yang begitu banyak. Betapapun besar keuntungan/kerugian akibat impor berasyang dialami konsumen secara keseluruhan namun nilainya bagi masing-masing konsumen secaraindividu relatif kecil bahkan tak terasa sama sekali.

Bagi pemerintah, penetapan tarif dapat membantu peningkatan ekonomi negara tapi tidak dengan para petaninya. Penetapan tarif impor bersa ini merupakan pajak yang di kenakan bagi barang-barang impor yang masuk kedalam suatu negara dengan tujuan untuk  meningakatkan pendapatan negara dan perlindungan kepentingan ekonomi dalam negeri. Di Indonesia hal ini telah di terap kan untuk melindungi petani dalm negeri, tetapi di sisi lain juga masih merugikan petani di dalam negeri kita.

Sedangkan di sektor lainnya seperti gula. Gula merupakan salah satu komoditas strategis diIndonesia, Industri gula nasional kini mendapat perlindungan dan dukungan yang cukup memadai dari pemerintah Indonesia. Kebijakan- kebijakan tersebut antara lain mencakup kebijakan tarif impor, kebijakan tataniaga impor, dan ekspor untuk dukungan terhadap program akselerasipergulaan nasional.


Rabu, 27 Maret 2013

TULISAN 2 PEREKONOMIAN INDONESIA


PENGARUH HUTANG INDONESIA DI LUAR NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

PENDAHULUAN

            Utang luar negeri atau pinjaman luar negeri adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negeri tersebut. Penerimaan utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan bank dunia.


            Menurut SKB No. 185/kmk.03/1995 dan Nomor KEP.031/ KET/5/1995 antara Menteri keuangan dan ketua Bappenas : Pinjaman LUar Negeri adalah penerimaan Negara baik dalam bentuk devisa,dan atau devisa yang dirupiahkan maupun dalam bentuk barang atau jasa yang diperoleh dari pemberian pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu.


            Undang-Undang modal Asinng 1967 menyebutkan bahwa modal asing diberi keluasan untuk masuk di negeri indonesia.. kemudian setelah penetapan tersEbut beeberapa para investasi. Masuk ke dalam negeri untuk melakukan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) sehingga menghasilkan keuntungan bagi investor. Berangsur-angsur Pemerintah mampu mengurangi resesi ekonomi tersebut sehingga akhirnya pemerintah membangun pemerintahan -ndonesia dengan modal asing


            Meminjam ke luar negeri merupakan salah satu cara untuk menutup defisit anggaran pemerintah. Penerimaan pemerintah dari pajak seringkali tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran pemerintah. Pada sebagian besar negara sedang berkembang termasuk indonesia, defisit anggaran tersebut oleh pemerintah negara yang bersangkutan ditutup dengan utang luar negeri. Utang luar negeri pemerintah (ULNP) selain berdampak pada neraca pembayaran juga berdampak pada kinerja anggaran pemerintah, untuk indonesia adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN). Karena sebagai penutp defisit, ULNP ini seolah-olah sebagai penerimaan pemerintah, tetapi disisi lain pembayaran atas utang menjadi beban APBN yang dicatat dalam pos pengeluaran. Sehingga terjadi kualitas antara pinjaman dan kewajiban atas ULNP tersebut. Dengan demikian komitmen untuk mendapatkan pinjaman akan terkait dengan kemampuan membayar utang tersebut. Kemampuan membayar akan menetukan apakah utang tersebut solvent atau tidak.

           

ISI

            Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada Maret 2006 tercatat US$ 134 miliar, pada Juni 2006 tercatat US$ 129 miliar dan Desember 2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada September 2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006.

Negara-negara donor bagi Indonesia adalah:

·         Jepang merupakan kreditur terbesar dengan USD 15,58 miliar.
·         Bank Pembangunan Asia (ADB) sebesar USS 9,106 miliar
·         Bank Dunia (World Bank) sebesar USD 8,103 miliar.
·         Jerman dengan USD 3,809 miliar, Amerika Serikat USD 3,545 miliar
·         Pihak lain, baik bilateral maupun multilateral sebesar USD 16,388 miliar.

            Utang luar negeri pemerintah memakan porsi anggaran negara (APBN) yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Jumlah pembayaran pokok dan bunga utang hampir dua kali lipat anggaran pembangunan, dan memakan lebih dari separuh penerimaan pajak. Pembayaran cicilan utang sudah mengambil porsi 52% dari total penerimaan pajak yang dibayarkan rakyat sebesar Rp 219,4 triliun. Jumlah utang negara Indonesia kepada sejumlah negara asing (negara donor)di luar negeri pada posisi finansial 2006, mengalami penurunan sejak 2004 lalu sehingga utang luar negeri Indonesia kini 'tinggal' USD 125.258 juta atau sekitar Rp1250 triliun lebih.

            Pada tahun 2006, pemerintah Indonesia melakukan pelunasan utang kepada IMF. Pelunasan sebesar 3,181,742,918 dolar AS merupakan sisa pinjaman yang seharusnya jatuh tempo pada akhir 2010. Ada tiga alasan yang dikemukakan atas pembayaran utang tersebut, adalah meningkatnya suku bunga pinjaman IMF sejak kuartal ketiga 2005 dari 4,3 persen menjadi 4,58 persen; kemampuan Bank Indonesia (BI) membayar cicilan utang kepada IMF; dan masalah cadangan devisa dan kemampuan kita (Indonesia) untuk menciptakan ketahanan.

            Dalam sepuluh tahun terakhir, utang pemerintah berkembang pesat dari US$122,42 milyar pada tahun 2001 menjadi US$185,3 milyar pada tahun 2010. Selama periode tersebut utang negara bertambah US$ 61,88 milyar atau setara Rp 556,92 trilyun.

            Dengan demikian selama sepuluh tahun terakhir pemerintahan 3 rezim; Gusdur, Megawati, dan SBY, negara tidak memiliki kemampuan mengurangi ketergantungan terhadap utang apalagi menghilangkannya. Justru utang negara meningkat 50,56% atau hampir setengah dari jumlah utang tahun 2001. 

            Pemerintahan SBY yang sudah memasuki dua periode jabatan, memiliki andil besar dalam menggelembengkuan utang negara. Sejak tahun 2004 hingga 2010, utang negara bertambah US$45,42 milyar dollar atau sekitar Rp 408,78 trilyun. Jadi dari 50,56% peningkatan utang negara sejak 2001, pemerintahan SBY menyumbangkan peningkatan utang sebesar 37,10%. Jika dihitung sejak tahun 1970 dengan jumlah utang pemerintah pada saat itu mencapai US$2,77 milyar, maka utang negara selama 40 tahun terakhir bertambah sebesar 6.589,53%.


Utang pemerintah tersebut terdiri atas utang luar negeri dan utang dalam negeri. Utang dalam negeri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pinjaman pemerintah dalam bentuk surat utang atau obligasi. Perkembangan utang pemerintah terutama sejak masuknya IMF pada era reformasi meningkat drastis. Peningkatan tersebut didorong oleh biaya BLBI dan paket rekapitalisasi perbankan yang menelan biaya pokok Rp 650 trilyun. Biaya ini atas perintah IMF diaktuaisasikan pemerintah dalam bentuk Surat Utang Negara atau disebut juga obligasi rekap.

Ada beberapa solusi untuk tidak menggantungkan pembangunan pada utang luar negeri yaitu :
  •  Meningkatkan daya beli masyarakat
  • Meningkatkan pajak secara progresif terhadap barangmewah dan impor
  •  Konsep pembangunan yang berkesinambungan, berlanjutan dan mengarah pada satu titik maksimalisasi kekuatan ekonomi nasional, melepaskan secara bertahap ketergantungan hutang luar negeri.
  • Menggalakan kebanggaan akan produksi dalam negeri
  • Mengembangkan sumber daya manusia berkualitas dan menempatkan kesejahteraan yang berkeadilan dan merata sebagai landasan penyusunsn operasinsol pembangunan ekonomi
            Dari solusi tersebut jika ingin berhasil harus ada kerja sama antara legislatif, eksekutif dan yudikatif.tidak lupa terpenting adanya kemauan rakyat untuk berubah dan bergerak bersama untuk menghasilkan Negara Indonesia yang mandiri dan bertekad mengakhiri utang luar negeri.



PENUTUP



Utang pemerintah berkembang pesat pada sepuluh tahun terakhir, terhitung dari tahun 2001 sampai 2010 yaitu pada masa pemerintah Gusdur, Megawati, dan SBY. Pada tahun 2001 utag pemerintah berjumlah US$ 122,42 milyar dan pada tahun 2010 menjadi US$ 185,3 . selama periode tersebut utang Negara bertambah sebesar US$ 61,88 milyar atau setara Rp. 556,92 trilyun, atau bias diperkirakan hutang Negara meningkat sekitar 50,56%. Pemerintah SBY memiliki andil besar dalam menggelembungkan utang Negara. Sejak tahun 2004 sampai 2010, utang Negara bertambah US$ 45,42 millyar atau sekitar Rp. 408,78 trilyun. Uatng pemerintah tersebut terdiri atas utang luar negeri dan utang dalam negeri. Utang dalam negeri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pinjaman pemerintah dalam bentuk surat utang atau obligasi.

DAFTAR PUSTAKA




TULISAN 1 PEREKONOMIAN INDONESIA



PERANAN USAHA KECIL DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA


PENDAHALUAN

        Menurut keputusan presiden RI No. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berkala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.


Beberapa karakteristik usaha kecil adalah :
1.      jenis barang / komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah.
2.      lokasi / tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah.
3.      pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, dan sudah membuat neraca usaha.
4.      Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000.- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
5.      Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1 miliar.
6.      Milik warga indonesia
7.      Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki.

          Pengalaman selama ini masih memperlihatkan bahwa upaya pengembangan usaha kecil masih terdapat banyak kelemahan. Sekalipun ada beberapa program dan intervensi yang telah sering diarahkan bagi pengembangan usaha kecil, tetapi manfaat yang mereka rasakan masih belum optimal. Dalam hal ini terdapat tiga hal pokok yang perlu diperlihatkan dalam kebijakan dan program bagi pengembangan usaha kecil, yaitu :
1.      Adanya persamaan program untuk beragam jenis usaha kecil yang ada.
2.      Peran pemerintah selama ini belum membuka peluang dalam peningkatan kemampuan usaha kecil.
3.      Pendekatan pengembangan yang didasarkan pada konsep kelemahan usaha kecil terbukti kurang efektif untuk mendorong sektor ini berkembang menjadi usaha kecil yang mandiri.

Beberapa keunggulan UKM terhadap usaha besar antara lain adalah :
1.      Inovasi dan teknologi yang telah mudah terjadi dalam pengembangan produk.
2.      Hubungan kemanusiaan yang akrab didalam perusahaan kecil
3.      Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak atau penyerapannya terhadap tenaga kerja.
4.      Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibanding dengan perusahaan skala besar yang pada umumnya birokratis.
5.      Terdapatnya dinamisme managerial dan peranan kewirausahaan.

ISI

          Usaha kecil menengah (UKM) adalah merupakan salah satu banyaknya ragam jenis usaha di indonesia untuk meningkatan perekonomian indonesia. Oleh karena itu, peranan UKM merupakan salah satu pilar utama dalam mengembangkan sistem perekonomian, namun saat in perkembangannya masih jauh tertinggal dibandingankan dengan pelaku ekonomi yang lain.
Dalam pembangunan perekonomian di indonesia UKM selalu dikembangkan sebagai sektor yang memiliki peran penting. Hal ini karena banyak penduduknya yang memiliki pendidikan yang kurang, sehingga masyarakat-masyarakat yang demikian tersebut lebih menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam suatu usaha kecil baik disektor tradisional maupun modern.
          
          Selain dapat mempengaruhi pendapatan perekonomian indonesia, UKM juga juga dapat menyerap beberapa tenaga kerja sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di indonesia. UKM juga dapat menjadi wadah ide-ide kreatif yang ada sehingga awalnya hanya sebuah ide kreatif dapat dijadikan uang / usaha.
       
          UKM di indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas baru 25% atau 13juta pelaku UKM yang mendapat akses lembaga keuangan.
         
          Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian. Pada tahun 1996 data biro pusat statistik menunjukan jumlah UKM adalah 38,7 juta diamana sektor pertanian berjumlah 22,5 juta (57,9%), sektor industri pengolahan 2,7 juta(6,9%), sektor perdagangan, rumah makan dan hotel adalah 9,5 juta (24%) dan sisanya bergerak pada bidang lain.

          UKM dalam memegang peranan penting salah satunya dalam pembangunan perekonomian indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha (Estiblishment) maupun dari segi penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPS dan kantor  kantor Menteri Negara untuk koperasi dan usaha kecil dan menengah (menegkop dan UKM), usaha-usaha kecil termasuk usaha-usaha rumah tangga atau mikro (yaitu usaha dengan jumlah total penjualan (turn over) setahun yang kurang dari Rp. 1 miliar), pada tahun 2000 meliputi 99,9 persen dari total usaha-usaha yang bergerak di indonesia. Sedangkan usaha-usaha menengah (yaitu usaha-usaha dengan total penjualan tahunan yang berkisar antara Rp. 1 Miliar dan Rp. 50 Miliar) meliputi hanya 0,14 persen dari jumlah total usaha. Dengan demikian, potensi UKM sebagai keseluruhan meliputi 99,9 persen dari jumlah total usaha yang bergerak di indonesia.


          Keberadaan UKM sebagai bagian dari seluruh entitas usaha nasional merupakan wujud nyata kehidupan ekonomi yang beragam di indonesia. Oleh karena itu, penempatan peran UKM merupakan salah satu pilar utama dalam mengembangan sistem perekonomian, namun hingga kini perkembangannya masih jauh tertinggal dibandingkan pelaku ekonomi yang lain. Dalam pengembangannya, UKM harus menjadi salah satu strategi utama pembangumnan nasional yang pelaksanaannya diwujudkan secara sungguh-sungguh dengan komitmen bersama yang kuat serta didukung oleh upaya-upaya sistematis dan konseptual secara konsisten dan terus menerus dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan (baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat di tinkat nasional, regional, maupun lokal).


          Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian. Pada tahun 1996 data Biro Pusat Statistik menunjukkan jumlah UKM = 38,9 juta, dimana sektor pertanian berjumlah 22,5 juta (57,9%), sektor industri pengolahan = 2,7 juga (6,9 %), sektor perdagangan, rumah makan dan hotel = 9,5 juta (24%) dan sisanya bergerak dibidang lain. Dari segi nilai ekspor nasional (BPS, 1998). Nilai ini jauh tertinggal bila dibandingkan ekspor usaha kecil negara-negara lain, seperti Taiwan (65 %), Cina 50 %), Vietnam (20 %), Hongkong (17 %), dan Singapura (17 %). Oleh karena itu, perlu dibuat kebijakan yang tepat untuk mendukung UKM seperti antara lain: perijinan, teknologi, struktur, manajemen, pelatihan dan pembiayaan.






           Krisis ekonomi telah mengakibatkan jumlah unit usaha menyusut secara drastis (7,42%), dari 39,77 juta unit usaha pada tahun 1997 menjadi 36,82 juta unit usaha pada tahun 1998, dan bahkan usaha menengah dan besar mengalami penurunan jumlah unit usaha lebih dari 10%. Usaha menengah relatif yang paling lamban untuk pulih dari krisis ekonomi, padahal usaha menengah memiliki peran strategis untuk menjaga dinamika dan keseimbangan struktur perekonomian nasional dan penumbuhan kehidupan yang lebih demokratis.



        Usaha mikro, kecil dan menengah memberikan lapangan kerja bagi 99,45% tenaga kerja di Indonesia, dan masih akan menjadi tumpuan utama penyerapan tenaga kerja pada masa mendatang. Selama periode 2000 – 2003, usaha mikro dan kecil telah mampu memberikan lapangan kerja baru bagi 7,4 juta orang dan usaha menengah mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyak 1,2 juta orang. Pada sisi lain, usaha besar hanya mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyak 55.760 orang selama periode 2000 – 2003. Hal ini merupakan bukti bahwa UMKM merupakan katup pengaman, dinamisator dan stabilisator perekonomian Indonesia.


PENUTUP

Usaha kecil adalah kegiatan ekononirakyat yang berkala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persangan usaha yang tidak sehat. UKM di indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian. Usaha kecil dan menengah lebih banyak memberikan peningkatan pemasukan Negara dan pembuka lapangan pekerja dibandigkan usaha besar. Selama periode 2000 – 2003, usaha mikro dan kecil telah mampu memberikan lapangan kerja baru bagi 7,4 juta orang dan usaha menengah mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyak 1,2 juta orang. Pada sisi lain, usaha besar hanya mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyak 55.760 orang selama periode 2000 – 2003. Hal ini merupakan bukti bahwa UMKM merupakan katup pengaman, dinamisator dan stabilisator perekonomian Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA



Senin, 03 Desember 2012

Tulisan 3


KRISIS EKONOMI GLOBAL

PENDAHULUAN
            Krisis global ini berawal pada negara Amerika Serikat yang merupakan akibat dari krisis global yang terjadi,ini memberi dampak besar pada negara-negara Asia , salah satunya adalah Indonesia pada ekspor perkebunan seperti Kelapa Sawit, dan Karet. Ini memeberikan tekanan yang cukup besar terhadap kinerja ekspor tersebut,dimana terjadinya penurunan harga anjlok akibat adanya perlambatan ekonomi dunia, sehingga peluang untuk memasarkan sangat sulit. Contoh lain misalnya,jika harga ekspor naik maka harga pupuk juga dapat naik, itu menyababkan kerugian bagi petani yang ingin memupuk tanamannya, dan harga jual barang-barang kebutuhan pokok juga pasti naik. Krisis global ini sangat tidak diharapkan sekali, karena banyak sekali dampak-dampak negatifnya yang dihadapi masyarakat, yang sangat mengancam keadaan ini adalah masyarakat menengah kebawah. Karena dengan adanya krisis global masyarakat menengah menjadi mengurangi bahan pokok tersebut, dan rakyat kecil juga bisa kelaparan karena ada nya krisis globalisasi yang sangat mengancam perekonomian tersebut. Dengan adanya krisis globalisasi anak-anak yang seharusnya masih harus menuntut ilmu harus putus sekolah ataupun tidak bersekolah karena harus bekerja juga membantu orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,atau pun untuk membeli keperluan yang lain. Krisis global juga menyebabkan bertambah banyaknya penganggurankarna terbatasnya lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia dan dari situ pun muncul  tindak kriminalitas karena tidak mempunyai pekerjaan. Semua itu jika tidak cepat diatasi bagaimana dengan nasib bangsa kita nanti jika sekarang krisis ekonomi ini sudah amat sangat menglobal.

PEMBAHASAN
Krisis Ekonomi Global merupakan dimana seluruh sektor dunia mengalami kesulitan dan mempengaruhi sektor lainnya diseluruh dunia.Krisis ekonomi Yunani telah menjalar ke negara-negara lain uni Eropa, antara lain Spanyol, Italia, dan Portugal. Akibatnya, Uni Eropa secara keseluruhan mengalami krisis ekonomi. Tidak berhenti sampai di situ, krisis tersebut mulai menjalar ke ekonomi global, menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Masih segar dalam ingatan bahwa sebenarnya dunia ini baru saja dihantam krisis ekonomi pada 2008. Hanya selang beberapa tahun, dunia ini sudah kembali mengalami ancaman krisis ekonomi.Kapitalisme mungkin menjadi salah 1 tersangka utama penyebab rentannya ekonomi dunia mengalami krisis ekonomi. Sempat terjadi gelombang protes besar-besaran di Amerika oleh massa terhadap wall street. Kapitalisme dituduh sebagai penyebab kesenjangan ekonomi dan krisis ekonomi. Apakah tuduhan tersebut memang benar? Kapitalisme berasal dari kata “kapital”, artinya “modal”. Sistem kapitalisme pertama kali diciptakan oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul “The Wealth of Nations”. Sistem kapitalisme sebenarnya dibuat untuk menolong perusahaan-perusahaan mendapatkan modal untuk memajukan perusahaan. Selain itu, sistem ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam perusahaan, ikut memiliki perusahaan, dan ikut meraih keuntungan dari perusahaan. Kesempatan itu bisa dicapai dengan cara membeli saham perusahaan. Penulis meyakini bahwa sebenarnya tidak ada yang salah dengan kapitalisme. Sebaliknya, justru kapitalisme tersebut dibuat untuk tujuan yang baik. Sejarah menunjukkan bahwa pada masa-masa awal diberlakukannya kapitalisme, jarang terjadi krisis ekonomi seperti sekarang.
Pada masa-masa awal kapitalisme, belum ada internet, karena itu perdagangan saham dilakukan secara manual dengan bertemu di 1 tempat dan menggunakan tulisan di papan dan kertas dalam menentukan harga. Situasinya sudah banyak berubah sekarang. Setelah teknologi internet semakin berkembang, perdagangan saham dilakukan menggunakan internet. Para investor bisa melihat perkembangan harga-harga saham semua perusahaan cukup dengan duduk manis di depan komputer. Untuk berdagang saham, investor cukup sekali “klik” di mouse saja, dan saham akan terbeli/terjual. Para investor bisa dengan cepat sekali membeli lalu menjual saham dalam jangka waktu yang sangat singkat; bahkan seringkali dalam jangka waktu kurang dari 1 menit. Di zaman teknologi internet seperti sekarang ini, sebisa mungkin orang selalu melakukan efisiensi waktu. Segala sesuatu selalu diusahakan “secepatnya selesai”. Mengetahui harga saham harus cepat, proses membeli saham harus cepat, menjual saham harus cepat, mendapat untung banyak juga harus cepat. Penulis berpendapat bahwa di sinilah masalah yang sebenarnya. Akibat sistem kapitalisme yang dibuat begitu cepat dan mudah tersebut, ekonomi dunia ini juga jadi cepat terkena krisis. Saat muncul informasi buruk mengenai ekonomi Eropa, informasi tersebut begitu cepat menyebar kepada investor, dan investor juga bisa begitu cepat melepas sahamnya. Tidak heran jika ekonomi dunia ini baru saja pulih dari krisis, malah langsung kena krisis lagi. Akibat sistem perdagangan saham yang cepat dan mudah itu pula, perusahaan seakan-akan hanya menjadi “mesin penghasil uang” bagi para investor. Seringkali investor bisa memborong saham suatu perusahaan hanya semata-mata untuk bisa meraih untuk sebesar-besarnya melalui saham tersebut, bukan untuk mendukung dan memberi modal pada perusahaan tersebut. Yang namanya memiliki saham suatu perusahaan itu berarti kita ikut memiliki perusahaan tersebut, maka seharusnya pembelian saham perusahaan didasarkan pada kecintaan dan dukungan kita pada perusahaan tersebut, bukan didasarkan pada nafsu mencari keuntungan. Inilah filosofi investasi yang benar.
 Saat suatu perusahaan labanya menurun, para investor biasanya langsung melepas saham perusahaan tersebut, untuk menghindari kerugian. Tidak ada yang berpikir untuk menanggung “suka-duka” bersama perusahaan tersebut. Bahkan banyak investor yang membeli saham suatu perusahaan padahal tidak tahu apapun mengenai perusahaan tersebut; mengenai produk perusahaan tersebut, kinerja, lokasi, dan sebagainya; yang mereka ketahui hanyalah bahwa saham tersebut bisa mendatangkan untung berlipat. Karena hal ini pula kerap kali terjadi suatu fenomena yang disebut “menggoreng saham”, di mana para bandar dengan sengaja menaikkan harga suatu saham dengan tujuan menjualnya besar-besaran saat harganya sudah memuncak, dan dengan demikian memperoleh keuntungan besar. Sistem perdagangan saham online ini juga terlalu ekstrim. Pada perusahaan yang menunjukkan perkembangan bagus, maka saham perusahaan tersebut bisa naik dengan cepat, sehingga perusahaan tersebut bisa makin banyak berkembang lagi. Namun sebaliknya, pada perusahaan yang menunjukkan penurunan kualitas, perusahaan tersebut akan kehilangan para investornya, sehingga nasibnya akan semakin buruk lagi; sesuai pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Tak heran banyak perusahaan yang ragu-ragu untuk melantai di pasar saham. Saat keadaan ekonomi dunia sedang baik, para investor akan dengan senang hati mengeluarkan uangnya untuk berinvestasi di pasar saham. Namun sebaliknya, saat keadaan ekonomi dunia buruk, perusahaan-perusahaan sedang “merana”, justru para investor akan enggan untuk berinvestasi, enggan memberikan modal pada perusahaan-perusahaan tersebut. Padahal justru di saat ekonomi memburuk itulah perusahaan-perusahaan paling membutuhkan modal. Ibaratnya, saat seseorang dalam keadaan kaya, para investor justru memberi uang pada orang tersebut; sebaliknya saat seseorang itu miskin, para investor justru tidak mau memberinya uang. Yang dipikirkan para investor tentu saja keuntungan ekonomi dirinya sendiri, bukan perekonomian dunia. Investasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas memberikan modal dukungan pada perusahaan, melainkan sebagai aktivitas memburu keuntungan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Karena itu, sistem kapitalisme ini tidak membuat perekonomian dunia aman; sebaliknya, selalu berada dalam bahaya laten setiap saat. Tidak ada “tali pengaman” yang tersedia saat krisis menimpa. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini diperkirakan tidak akan mencapai target. Sebab, kondisi ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi kondisi ekonomi global."Perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2012 ini diperkirakan hanya akan tunbuh 6,2-6,3 persen.
Sehingga akan susah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen di akhir tahun ini," kata Kepala BPS Suryamin. Menurut Suryamin, kesulitan pencapaian target perekonomian Indonesia di akhir tahun ini masih dipengaruhi oleh situasi dan kondisi perekonomian global. Apalagi saat ini ekspor Indonesia ke beberapa negara terkemuka di dunia juga cenderung menurun. Saat ini, kondisi ekspor di tanah air dikontribusikan dari negara China, Jepang dan Amerika. Tiga negara tersebut juga mengalami penurunan permintaan ekspor ke tanah air sehingga hal tersebut juga berdampak ke perdagangan dalam negera. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sektor riil akan terkena dampak dari krisis keuangan yang tengah melanda sejumlah negara di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
"Sektor riil yang nantinya akan terkena dampak krisis, pengaruhnya adalah berkurangnya permintaan ke negara itu. Ini akibat menurunnya daya beli dan prioritas mereka. Oleh karena itu, ia mengimbau para pengusaha untuk tidak terlalu khawatir dengan adanya krisis keuangan yang disebabkan utang luar negeri itu."Krisis kali ini berbeda dengan 2008, kalau 2008 diakibatkan jatuhnya sektor swasta tepatnya perbankan dan berakibat ke sistem perbankan di dunia. Sedangkan krisis sekarang ini karena besarnya utang luar negeri yang menyebabkan defisit. Industri yang akan terkena dampak dari krisis global ini adalah industri tekstil. Hal ini disebabkan tekstil yang diekspor ke Eropa merupakan tekstil dengan kualitas "high end" yang tidak diproduksi secara massal, industri tekstil hendaknya mencari pangsa pasar ekspor baru seperti negara-negara di Asia, yang kondisi perekonomiannya terus membaik. Ketidakpastian penyelesain krisis akan berpengaruh terhadap ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja perekonomian dunia, harga saham anjlok dan jatuhnya nilai tukar rupiah. Menperin juga mengatakan ada beberapa dampak dari krisis ini,salah satunya adalah target pertumbuhan ekonomi pada 2012 sebesar 6,7 persen akan sulit tercapai,meski demikian belum dilakukan koreksi terhadap target itu.
Presiden menegaskan 10 langkah yang harus ditempuh semua pihak untuk menghadapi krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), sehingga tidak berdampak buruk terhadap pembangunan nasional.
 Pertama, Presiden mengajak semua pihak dalam menghadapi krisis global harus terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat.
Kedua, pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik.
Ketiga adalah optimalisasi APBN 2009 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.
Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif.
Keempat, ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.
Kelima, semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS.
Keenam, menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.
Ketujuh, perlunya penguatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta.
Kedelapan, semua kalangan diharapkan untuk menghindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.
Kesembilan, mengingat tahun 2009 merupakan tahun politik dan tahun pemilu, kaitannya dengan upaya menghadapi krisis keuangan AS adalah memiliki pandangan politik yang non partisan, serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.
Kesepuluh, Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi yang tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha, serta perbankan, Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat penting karena memiliki akses informasi pada masyarakat.

Pemerintah sudah berusaha untuk segera mengatasi dampak krisis. Namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan semua pihak, terutama rakyat Indonesia. Lalu bentuk dukungan apa yang bisa kita berikan, sebagai kontribusi dalam menghadapi gelombang tersebut?
Berikut adalah bentuk perwujudan cara untuk mengatasi krisis ekonomi global antara lain:
1.  Meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri
2.  Memanfaatkan peluang perdagangan internasional
3.Tundalah membeli barang-barang mewah,terutama melalui system kredit,karena harganya akan mahal.
4. Jangan berinvestasi terlalu banyak dengan gaji anda,peganglah dalam  bentuk cash.

PENUTUP

            KESIMPULAN DAN SARAN
 Sistem kapitalisme online merupakan penyebab berbagai hal buruk dalam perekonomian dunia. Namun tentu saja sulit kalau dunia harus mengubah sistem ini, karena sistem ini sudah terlanjur diberlakukan hampir di seluruh dunia. Untuk mengatasi bahaya-bahaya kapitalisme online ini, penulis berpendapat bahwa perlu dilakukan pendidikan dan himbauan khusus pada para investor maupun calon investor mengenai bahaya ini. Para investor harus sadar bahwa merekalah yang menentukan kondisi ekonomi dunia. Filosofi investasi yang benar haruslah ditanamkan. Selain itu, perlu dibuat regulasi pasar modal untuk mencegah para investor membeli dan menjual saham dalam waktu sangat singkat. Selain itu, perusahaan-perusahaan juga harus dilindungi supaya tidak hanya dijadikan “mesin penghasil uang” oleh para investor.


DAFTAR PUSTAKA
www.ekookdamezs.blogspot.com