Rabu, 13 November 2013

BKCUK PADA CREDIT UNION (Tugas pertama)



Sejarah berdirinya Credit Union
 
Diawali ketika masyarakat Jerman pada abad ke-19 ditimpa musibah kelaparan dan musim dingin yang hebat. Para petani yang menggantungkan hidup pada kemurahan alam tak berdaya melawan keadaan. Persediaan makanan sangat terbatas dan penyakit mewabah.
Kondisi yang tidak menentu di manfaatkan oleh kelompok lintah darat. Mereka meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi. Bahkan sering terjadi harta benda para petani juga menjadi incaran para lintah darat.
Karena sulitnya kehidupan di desa, para petani berbondong-bondong ke kota untuk mendapatkan pekerjaan sebagai buruh kasar di pabrik-pabrik dengan upah yang minim. Keadaan di kota lebih dipersulit lagi dengan meletusnya Revolusi Industri menjelang pertengahan abad ke-19. Tenaga buruh mulai diganti dengan tenaga mesin. Pengangguran tumbuh merajalela. Petani dan buruh makin tak berdaya.
 Kondisi seperti ini menggugah wali kota Flammerfield di Jerman Barat, Friedrich Wilhelm Raiffeisen. Dia mengundang golongan kaya dan berhasil mengumpulkan uang untuk menolong kaum miskin. Usaha ini tidak membuahkan hasil. Setiap bantuan berupa pemberian uang dan makanan yang jumlahnya terus bertambah ternyata selalu habis di tangan petani dan buruh, begitu seterusnya.
 Berdasarkan pengalaman itu sang wali kota berkesimpulan: “kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri, si miskin harus mengumpulkan uang bersama sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka untuk tujuan produktif, dan jaminan pinjaman adalah watak si peminjan sendiri”. Untuk mewujudkan impian tersebut, Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani miskin membangun Credit Union.
Credit Union merupakan perpaduan 2 kata, Credit diambil ari bahasa latin “credere” yang artinya percaya dan Union dari kata “unus” yang berarti kumpulan atau kesatuan. Seluruh anggota Credit Union memiliki kesepahaman tentang bahwa kelompok mereka adalah Kesatuan atau kumpulan orang yang saling percaya.
 Mereka berhasil mencetuskan 3 pilar utama Credit Union :
      1. Azaz Sawadaya – dari anggota untuk anggota dan oleh anggota.
      2. Azaz Solidaritas – saling menolong diantara anggota.
      3. Azas Pendidikan – dimulai dari pendidikan, berkembang dari pendidikan, dikontrol melalui pendidikan dan bergantung pada pendidikan.
Gerakan Credit Union sesuai prinsip Raiffeisien mulai masuk Indonesia di tahun 1950. Pemerintah Indonesia juga menjalankan kegiatan usaha simpan pinjam dengan memakai sistem yang sama sejak tahun 1955 sampai dengan tahun 1959 dengan menggunakan istilah koperasi. Pada permulaan tahun 1960-an akibat inflasi, banyak usaha termasuk yang bergerak dibidang simpan – pinjam menjadi lumpuh, tidak bisa menentang inflasi yang kian melaju.
 Koperasi simpan pinjam akhirnya banyak yang beralih menjadi Koperasi Konsumsi yang berspekulasi uang. Akhirnya Credit Union dan koperasi ala Raiffeisen dengan 3 pilar tersebut tidak terdengar lagi dan bermunculan Koperasi konsumtif serba usaha. Namun beberapa kelompok masih tetap menggunakan nama Credit Union hingga kini.
http://nikiisaku-dreams.com/sejarah-berdirinya-credit-union-dunia-dan-indonesia/

Pada tanggal 18 Juli 2009 pukul 14.00 setelah melalui perdebatan panjang untuk memilih nama PUSAT KOPERASI KREDIT, maka disepakati melalui voting, nama PUSAT KOPERASI KREDIT disebut PUSAT KOPERASI KREDIT KHATULISTIWA dengan singkatan PUSKHAT.

Susunan Pengurus dan Pengawas PUSKHAT ditetapkan selama Tahun 2009 saja dan bertugas untuk masa transisi. Susunan Pengurus selanjutnya diputuskan pada Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2009. Susunan Pengurus dan Pengawas PUSKHAT untuk masa transisi tahun 2009 adalah sebagai berikut:

PENASEHAT :
1.            Drs. Cornelis, MH
2.  Drs. P. Florus

DEWAN PIMPINAN :
1.  Ketua               : Munaldus
2.  Wakil                : Stefanus
3.  Sekretaris          : Thomas Subent
4.  Bendahara         : Yulianus
5.  Anggota            : K. Kolik

PENGAWAS :
1.  Ketua              : Hermanus
2.  Sekretaris         : R. Sawe
3.  Anggota           : Titus Sanum

Dalam perjalanan berikutnya, Pastor Matius Yuli, Pr diangkat sebagai Penasehat PUSKHAT, karena jumlah Penasehat ditetapkan 3  orang.

Setelah Lokakarya dinyatakan ditutup dengan berphoto bersama, maka Pengurus, Pengawas, dan Penasehat (P. Florus) mengadakan rapat Perdana di Ruangan Pengurus CU. Keling Kumang.

Pada tanggal 18 Juli 2009 pukul 15.30, Pengurus, Pengawas, Penasehat (P. Florus), dan Agustinus RJ, (sebagai pelaksana operasional pasca pembentukan sampai Kantor Pelayanan dibuka) mengadakan rapat perdana di Ruangan Pengurus CU. Keling Kumang.
Ada 13 CU Primer yang dilayani oleh Puskopdit BKCU Kalimantan DO Indonesia Timur yang tersebar dibeberapa provinsi dengan jumlah aset dan anggota seperti pada tabel berikut.
No
Nama Credit Union
Alamat
Aset (Rp)
Anggota (Org)
1
Sauan Sibarrung
Tana Toraja, Sulsel
141.233.448.051
17.452
2
Kasih Sejahtera
Atambua, NTT
141.226.690.611
11.648
3
Mekar Kasih
Makassar, Sulsel
80.296.040.003
7.884
4
Sinar Saron
Larantuka, NTT
45.297.661.633
4.446
5
Mambuin
Manokwari, Papua Barat
35.303.278.879
3.454
6
Gerbang Kasih
Ende, NTT
28.132.747.225
2.020
7
Hati Amboina
Ambon, Maluku
27.476.963.258
2.847
8
Almendo
Sorong, Papua Barat
27.473.011.787
2.244
9
Bahtera Sejahtera
Maumere, NTT
22.623.331.980
2.420
10
Sinar Papua Selatan
Merauke, Papua
21.695.972.384
3.144
11
Likku Aba
Weetebula, NTT
14.171.596.182
1.371
12
Ndar Sesepok
Agats, Papua
12.846.559.554
799
13
Mototabian
Kotamobagu, Sulut
10.646.290.926
1.429
Jumlah
608.423.592.473
61.158
Sumber : Data Litbang Puskopdit BKCU Kalimantan DO IndoTim, April 2012

Sebagai daerah baru dalam pengembangan credit union model BKCU Kalimantan, tentunya kapasitas Pengurus, Pengawas, Manajemen maupun aktivis lainnya harus terus dilaksankana secara berkelanjutan. Sejak adanya kantor DO Indonesia Timur sampai dengan Juni 2012 telah dilaksanakan 29 pelatihan dengan total peserta 829 orang dengan rincian sebagai berikut.
Tahun Buku
Jumlah Pelatihan
Jumlah Peserta
2010
9 kali
317 orang
2011
14 kali
265 orang
2012
6 kali
247 orang
Sumber : Data Diklat Puskopdit BKCU Kalimantan DO IndoTim

SUMBER:
http://lovewining.wordpress.com/2012/09/11/profil-bkcu-kalimantan-do-indonesia-timur/
 http://www.puskhat.org/index.php/pf/ss
 http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/05/22/puskopdit-bkcuk-memutus-lingkaran-setan-kemiskinan-nusantara-459035.html

Koperasi yang ada disekitar (tugas Kedua)

KOPERASI SIMPAN PINJAM MAKMUR MANDIRI
Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri merupakan lembaga non keuangan yang didirikan berdasarkan Badan Hukum Koperasi No/18/518/SK/UMKM/2009 tepatnya pada tanggal 16 juni 2009 dengan bidang usaha “simpan pinjam”

Berikut profil dari koperasi simpan pinjam makmur mandiri :

Visi
menjadi koperasi yang mandiri dengan mengedepankan pelayanan terbaik didalam membangun dan mengembangkan potensi ekonomi rakyat.

Misi
  • menjalankan kinerja koperasi yang sehat
  • Memberikan pelayanan terbaik kepada anggota\calon anggota
Motto : Maju dan sukses bersama anggota
Komitmen : selalu berusaha menjadi koperasi yang mandiri dan profesional dalam mewujudkan dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota khususnya masyarakat pada umumnya.
Kemitraan : koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri telah menjalin kemitraan usaha antar Koperasi,BUMN,Swasta,Pemerintah atau badan usaha lainya.
Untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan Koperasi Makmur Mandiri dengan para anggota dan para nasabah maka Koperasi Makmur Mandiri telah bekerjasama  bank Syariah Mandiri dimana semua anggota dan nasabah dapat melakukan transaksi penarikan serta transaksi debit diseluruh mesin ATM diindonesia.
CV. ALfA Indonesia bekerja sama dengan Koperasi Makmur Mandiri dalam pembuatan sistem administrasi pinjaman dan simpanan yang terintegrasi sehingga akurasi pendataan dapat terjamin dan pelayanan kepada seluruh anggota dan nasabah lebih optimal.
Produk koperasi Simpan Pinjam :
  • Simpanan
  • Pinjaman
  • Kredit usaha
  • SOPP
sumber : koperasimakmurmandiri.com

STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI SIMPAN PINJAM MAKMUR MANDIRI

 SIMPANAN BERJANGKA PANJANG

Simpanan ini ditunjukan untuk masyarakat luas sebagai anggota / calon anggota koperasi. koperasi Makmur Mandiri mendirikan suku bunga simpanan diatas rata-rata yang diberikan oleh perbankan serta bebas biaya administrasi. penyetoran dan pengambilan dapat dilakukan setiap jam kerja.
dan bagi anggota / calon anggota yang menabung diatas Rp. 100.000.000,- atau lebih, maka akan diberikan jaminan berupa sertifikat, BPKP dan bentuk jaminan laiinnya yang sebanding dengan jumlah uang yang ditabung, itu semua tidak terlepas karena koperasi makmur mandiri bukan lembaga keuangan yang berbentuk  Bank dimana simapanan dilindingungi oleh LPS(Lembaga Penjamin Pinjaman).
  1. Kurang dari Rp. 200.000 (bunga 0 per tahun)
  2. Rp. 200.000 s/d Rp. 1.999.999 (bunga 6% per tahun)
  3. Rp. 2.000.000 s/d 19.999.999 (bunga 9% per tahun)
  4. Rp. 20.000.000 s/d 49.999.999 (bunga 12% per tahun)
  5. Rp. 50.000.000 s/d 99.999.999 (bunga 15% per tahun)
  6. Rp. 100.000.000 atau lebih (bunga 18% per tahun)
SUMBER
 http://www.koperasimakmurmandiri.com/produk_simpanan.php
http://www.koperasimakmurmandiri.com/index.php

Kamis, 17 Oktober 2013

Tulisan 2 Ekonomi Koperasi


PERBEDAAN KOPERASI DI NEGARA SOSIALIS DENGAN KOPERSI DI NEGARA KAPITALIS

·        KOPERASI SOSIALIS        

            Koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut menentukan kebijakan publik, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan.

            Tampilan terpenting koperasi-koperasi sosialis :            

1.       Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah

2.       Perencanaan yang ditetapkan secara central

3.       Mereka di ciptakan oleh ideologi-ideologi sosialis non marxisdan oleh-oleh gerakan politik non komunis

4.        mereka mengoposisi pemilikan pribadi dan praktek-praktek kapitalistik di dalam operasi-operasi mereka

5.       Mereka melayani multifungsional

6.       tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif,

perencanaan yang di tetapkan secara central

Koperasi-koperasi sosialis ini masih ditandai perbedaan dari koperasi-koperasi model Rochdale. Pertama, mereka mengoposisi pemilikan pribadi dan praktek-praktek kapitalistik di dalam operasi-operasi mereka. Mereka melayani multifungsional. Melnyk menggambarkan ini sebagai "komunitas-komunitas koperasi betul-betul beroperasi pada prinsip-prinsip sosialis dalam satu ling­kungan non-sosialis. Kontradiksi dari koperasi-koperasi sosialis ini adalah bahwa sementara mereka menciptakan model-model atraktif mereka tidak dapat lebih terintegrasi dari sebuah minoritas di dalam bangsa.




·        KOPERASI KAPITALIS

Kapitalisme adal;ah Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi dan suatu system ekonomi yang mengatur proses produksi dan pendistribusian barang dan jasa.

Ciri-ciri kapitalisme:

1.       Sebagian sarana besar produksi dan distribusi dimiliki oleh individu

2.       Barang dan jasa diperdagangkan di pasar bebas (free market) yang bersifat kompetitif.

3.       modal kapitalis (baik uang maupun kekayaan lain) diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba (profit)

4.       sistem ekonomi bebas tanpa batas yang didasarkan pada keuntungan di mana masyarakat bersaing dalam batasan-batasan ini

5.       anggota sebagai pemilik yang sekaligus sebagai pelanggan

6.       Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antarsesama anggota, dengan saling membantu dan saling menguntungkan

7.       Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama

8.       Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati

9.       Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi


Referensi :


http://baharizky.blogspot.com/2011/12/koperasi-yang-dijiwai-oleh-kapitalisme.html






Tulisan 1 Ekonomi Koperasi


KOPERASI HIDUP SEGAN MATI TAK MAU

Perkoperasian Indonesia sekarang sedang dalam keadaan yang terpuruk dan sungguh sangat berbeda jika dibandingkan dengan perkoperasian saat koperasi baru dilahirkan. Koperasi saat ini seperti berada diantara hidup dan mati atau seperti kallimat “Hidup Segan Mati Tak Mau” , semakin hari tidak menunjukan kemajuan berkesan melainkan selalu menunjukan kemunduran yang siginifikan. Kondisi koperasi yang memperihatinkan ini dapat kita lihat dari  angka koperasi yang sudak tidak aktif atau tidak beroperasi lagi, yakni sebanyak 27% dari angka 177.000 koperasi yang berada di Indonesia, atau sekitar 48.000 koperasi. Kemunduran ini telah disebabkan oleh beberapa permasalahan yang timbul baik dari dalam tubuh koperasi maupun dari luarnya.

Banyak penyebab kenapa koperasi tidak begitu berkembang saat ini, padahal pemerintah sudah membentuk kementerian untuk khusus menangani koperasi, tapi pada kenyataanya hanyalah angin lalu saja. Cukup banyak koperasi yang bermunculan, namun banyak pula yang hanya meninggalkan namanya saja dan hilang seiring berjalannya waktu. Pada hal sesungguhnya koperasi hadir sebagai wadah untuk mensejahterakan masyarakat.

Salah satu penyebab koperasi pada saat ini yang tidak begitu terkenal seperti dulu adalah :

1.      Masalah Permodalan

Pada saat ini begitu banyak tumbuh bank-bank konvesional, sehingga para pemilk modal lebih memilih unbtuk menyimpan dana ke bank konvesional tersebut. Selain itu sulit bagi pendiri koperasi mendapat akses pembiayaan Karena terkendala aturan main yang ada di bank.

2.      Kualitas Sumber Daya Manusia yang Mengelola Koperasi

Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia, karena banyaknya warga yang masih muda atau masih aktif tidak begitu berminat untuk m,engurus sebuah koperasi. Merka lebih sering melakukan usaha-usaha yang lebih modern atau lebih sering menabung atau menanamkan modalnya tepat lain.

3.      Sistem Manejerial

Ketidak profesionalan manajemen koperasi banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Selain itu menggunakan system perhitugan yang manual dan cara manajemen sederhana dalam pengelolaan kopersi

 

4.      Kurangnya Kesadaran Masyarakat

koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda dengan yang di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang merupakan tujuan koperasi itu sendiri, sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah bekerja double selain mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.

5.      Peng-anak Emasan Koperasi Oleh Pemerintah

Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan demikian akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.

Sebenarnya begitu banyak mengapa koperasi saat ini tidak begitu berkembang atau di minati oleh masyarakat. Mulai dari masalah-masalah kecil hingga ke masalah-masalah terbesar. Maka dapat disimpulkan bahwa perkoperasian Indonesia perlu diperbahuarui dari segala aspek. Sehingga perkoperasian Indonesia lebih diminati dan bangkit kembali, selain itu dapat juga membantu perekonomian kalangan kecil yang ada di Indonesia.

 

Referensi :


http://khairunnisafathin.wordpress.com/2011/10/23/mengapa-koperasi-di-indonesia-sulit-berkembang/




                                               

 

Sabtu, 20 April 2013

Tugas Kedua (Perekonomian Indonesia)


TUGAS KEDUA


1.       Jelaskan berbagai hambatan yang dihadapi oleh Indonesia dalam melaksanakan perdagangan antar manca Negara
Jawab:

                Hambatan perdangan mengurangi efisiensi ekonomi, karena masyarakat tidak dapat mengambil keuntungan dari produktivitas negara lain. Pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdangan adalah produsen dan pemerintah. Produsen mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan, sementara pemerintah mendapatkan penghasilan dari bea-bea
Hambatan – hambatan yang dihadapi oleh Indonesia:
·         Perbedaan mata uang
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi dari pada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional
·         Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
·         Terjadinya perang
Terjadinya Perang Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
·         Kualitas Sumber Daya yang Rendah

Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional karena jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi(produk) akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan barang – barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.

·         Pertentangan di bidang politik dan militer.
 Apabila terjadi pertentangan di bidang politik dan militer (perang), hubungan antarnegara akan terputus dan dunia dilanda kelesuan perekonomian atau resesi yang menyebabkan perdagangan antarnegara akan menurun.

2.      Bagimana perkembangan neraca pembayaran Negara Indonesia untuk 5 tahun terakhir dan berikan ilustrasinya dalam bentuk table selama 5 tahun tersebut!

Jawab:

            Dalam 5 tahun terakhir sejak tahun 2008 ini, nilai impor juga makin meningkat meskipun perkembangannya bervariasi dari tahun ke tahun. Sejalan dengan meningkatnya kegiatan industri dan investasi di dalam negeri, kebutuhan akan barang-barang impor juga terus meningkat, khususnya bahan baku/penolong dan barang modal. Dalam tahun-tahun untuk beberapa waktu suhu perekonomian Indonesia tidak stabil dan hal ini antara lain tercermin dalam peningkatan impor. Nilai impor dalam tahun 2008 naik dengan 21,3%, dan dalam tahun 2009 turun dengan 15,5%, dan selanjutnya naik lagi dengan 27,0% dalam tahun 2010. dalam dua tahun terakhir dapat diturunkan menjadi 11,4% pada tahun 2011 dan 31,0% pada tahun 2012.



TOTAL
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA (BALANCE OF PAYMENT)
Juta USD (millions of USD)


Tugas Pertama (Perekonomian Indonesia)


TUGAS PERTAMA

1.      Jelaskan peranan perdagangan luar negeri bagi pembangunan ekonomi Indonesia dan berikan ilustrasinya dengan suatu gambar!
            Jawab :
            Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintahsuatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuantransportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine of growth, Salvatore, 2004). Salah satu hal dapat dijadikan penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan internasional. Aktifitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor dan keduanya itu bisa menjadi peranan atau penggerak bagi pertumbuhan. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya untuk investasi langsung, diawali dengan adanya perdagangan internasional (Appleyard, 2004). Ketika terjadi perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor jenis suatu barang pada suatu negara, akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir.


2.       Sebutkan kebijaksanaan perdagangan luar negeri di era reformasi dan berikan ilustrasinya dengan suatu gambar!

Jawab : 


Kebijakan Perdagangan internasional adalah suatu aturan yang dibentuk oleh badan-badan tertentu dalam melakukan perdagangan dunia yang dilakukan oleh penduduk suatu negara denganpenduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.

Di Indonesia perdagangan internasional juga terjalin dengan negara negara luar termasuk yang satu kawasan dengan Indonesia. Salah satu bentuk  perdagangan yang terjalin adalah perdagangan dibidang pertanian atau pangan. Misalanya saja dari segi beras dan gula. Indonesia yang dulu terkenaldengan perdagangan di sektor beras nya dan menjadi negara pengekspor beras terbesar sekarang telah menjadi negara pengimpor terbesar dari beras. Hal ini memiliki hubungan yang terbalik seperti masa sebelumnya. Indonesia mengalami peningkatan import beras semenjak liberalisasi radikal oleh pemerintah atas tekanan IMF pada tahun 1998. Pada saat itu impor berasIndonesia naik dua kali lipat menjadi sepuluh persen.

Persoalan yang muncul akibat kelangkaan beras dapat merembet kepada persoalan ekonomi dan politik. Bahkan, bukan tak mungkin akan mengancam stabilitas negara. Persediaan beras dapatdisebut aman jika dapat didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia dalam kisaran waktu enam bulan dengan ketersediaan beras kurang lebih 1,2 juta ton. Sedangkan persediaan yang ada sekitar 900-an ribu ton. Dengan demikian sudah menjadi tugas pemerintah menambah persediaan berasagar posisi persediaannya tetap aman dan tidak merembet ke persoalan lain.Dengan melakukanimpor beras dari Vietnam, Thailand dan negara lainnya.

Tidak dapat di pungkiri bahwa  impor yang dilakukan pemerintah juga berdampak bagi para pelaku ekonomi seperti kaum petani, pemerintah dan masyarakat. Hanya saja dampak yang dirasakan bertolak belakang. Importir  memperoleh keuntungan dari selisih harga impor yang lebih rendah dibandingkan harga domestik. Petani mengalami kerugian akibat penurunan harga beras karena naiknya penawaran. Dampak psikologis juga dialami kaum petani. Mereka tidak termotivasi menanam padi, membiarkan sawahnya terbengkalai.

Sedangkan bagi pemerintah dan masyarakat, tidak merasakan dampaknya secara langsung.Pemerintah akan memperoleh pemasukan hanya apabila mengenakan tarif impor/pajak terhadap beras yang diimpor.  Namun tidak mendapatkan apa pun jika tidak memberlakukan tarif. Masyarakat, masyarakat tidak akan merasakan keuntungan  atau kerugian yang berarti karena jumlah konsumen yang begitu banyak. Betapapun besar keuntungan/kerugian akibat impor berasyang dialami konsumen secara keseluruhan namun nilainya bagi masing-masing konsumen secaraindividu relatif kecil bahkan tak terasa sama sekali.

Bagi pemerintah, penetapan tarif dapat membantu peningkatan ekonomi negara tapi tidak dengan para petaninya. Penetapan tarif impor bersa ini merupakan pajak yang di kenakan bagi barang-barang impor yang masuk kedalam suatu negara dengan tujuan untuk  meningakatkan pendapatan negara dan perlindungan kepentingan ekonomi dalam negeri. Di Indonesia hal ini telah di terap kan untuk melindungi petani dalm negeri, tetapi di sisi lain juga masih merugikan petani di dalam negeri kita.

Sedangkan di sektor lainnya seperti gula. Gula merupakan salah satu komoditas strategis diIndonesia, Industri gula nasional kini mendapat perlindungan dan dukungan yang cukup memadai dari pemerintah Indonesia. Kebijakan- kebijakan tersebut antara lain mencakup kebijakan tarif impor, kebijakan tataniaga impor, dan ekspor untuk dukungan terhadap program akselerasipergulaan nasional.